El-Nino disebabkan
oleh Perubahan Iklim
Deputi Bidang Meteorologi BMKG
pada 17 Juni 2015 lalu, memaparkan memperkirakan bahwa El-Nino di Indonesia akan berlangsung
sampai November 2015 dan berpeluang untuk menguat (WMO 2015). Wilayah Indonesia
berada pada posisi strategis, terletak di daerah tropis, diantara Benua Asia
dan Australia, diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta dilalui
garis katulistiwa, terdiri dari pulau dan kepulauan yang membujur dari barat ke
timur, terdapat banyak selat dan teluk, menyebabkan wilayah Indonesia rentan
terhadap perubahan iklim/cuaca.
El Nino adalah fenomena perubahan
iklim secara global yang diakibatkan oleh memanasnya suhu permukaan air laut Pasifik
bagian timur. El Nino terjadi pada 2-7 tahun dan bertahan hingga 12-15 bulan
(Sarachik, 2010). Ciri-ciri terjadi El Nino adalah meningkatnya suhu muka laut
di kawasan Pasifik secara berkala dan meningkatnya perbedaan tekanan udara
antara Darwin dan Tahiti (Irawan, 2006).
Indikator terjadinya El Nino
ditunjukkan oleh nilai indeks osilasi selatan atau biasa disebut Southern
Oscillation Index (SOI). Apabila terjadi El Nino maka nilai indeks osilasi
selatan akan berada pada nilai minus dalam jangka waktu minimal 3 bulan dan
sebaliknya untuk La Nina. Nilai SOI di kawasan Asia Tenggara berkorelasi kuat
dengan curah hujan, karena itu nilai SOI merupakan indikator yang baik terhadap
curah hujan di kawasan tersebut (Podbury, 1998).
Source : (2015, www.pintarbiologi.com)
Dampak utama dan efek
dari perubahan iklim
Efek dari perubahan iklim sudah
berdampak pada mata pencaharian masyarakat, serta pada satwa liar dan
lingkungan di seluruh dunia. Di Cina,
bencana alam telah melanda 24,89 juta hektar tanaman pada tahun 2014, di mana
3,09 juta hektar di antaranya hancur, sementara kekeringan menyebabkan kerugian
ekonomi secara langsung hingga 83,6 miliar yuan1 atau lebih dari 13 miliar
dolar. Di Turki, panen yang tertunda
di wilayah Laut Hitam pada tahun 2014 mengakibatkan produsen teh Turki
mengalami kerugian lebih dari 15% dari pendapatan tahunan mereka, karena suhu
dingin ekstrem.
Secara keseluruhan, bencana alam
dalam dekade terakhir telah menelan biaya di seluruh dunia hingga 2,7 triliun
dolar. Kebakaran hutan terus mengancam kehidupan spesies yang terancam punah,
saat iklim yang berubah-ubah dan pembukaan lahan pertanian memaksa binatang
keluar dari kawasan lindung untuk mencari air dan wilayah untuk ditempati.
Kerugian yang ditimbulkan akibat perubahan iklim juga turut mempengaruhi banyak
perusahaan dari berbagai sektor di Indoensia.
Tingkat dari dampak yang
ditimbulkan oleh perubahan iklim tergantung pada tingkat kenaikan suhu bumi.
Kenaikan satu derajat akan memiliki dampak ekologis yang serius dan diperkirakan
kerugian yang ditimbulkan sekitar 68 triliun dollar. Perubahan iklim akan
menyebabkan beberapa daerah menjadi basah, dan daerah lainnya menjadi lebih
hangat. Permukaan air laut akan naik akibat dari gletser yang mencair,
sementara beberapa daerah akan lebih berisiko terkena gelombang panas,
kekeringan, banjir, dan bencana alam. Perubahan iklim bisa merusak rantai
makanan dan ekosistem, menempatkan seluruh spesies terancam kepunahan.
Source : unilever.co.id
El-Nino Merugikan
Petani Indonesia
Membunuhindonesia.net (15/10/2015)
Pemerintah memutuskan mengimpor beras sebanyak 1,5 juta ton dari Vietnam dan
Thailand hingga akhir tahun itu untuk mengantisipasi kekurangan stok beras
dalam negeri akibat dampak el-nino dan bencana asap yang diprediksi
mempengaruhi hasil panen petani. Tetapi, karena terlambat mengantisipasi target
pembelian, hanya bisa dipenuhi sebanyak 1 juta ton. Menteri Perdagangan Thomas
Lembong menjelaskan, Filipina telah terlebih dahulu membeli dalam volume besar.
Keterlambatan tersebut akhirnya berdampak pada harga pembelian, harga sudah
berada di atas 400 dolar AS per ton. Untuk memenuhi target 1,5 juta ton itu
pemerintah mengambil opsi untuk mendatangkan beras dari negara lain seperti
Pakistan dan Brazil.
Viva.co.id(30/11/2015) Musim
kemarau tahun 2015 ini menunjukkan gejala el nino yang diyakini sama bahkan
lebih kuat dari el nino yang terjadi pada tahun 1997. Kejadian el nino tahun
1997 mengakibatkan areal pertanaman padi terkena kekeringan 517.614 ha dengan
puso 87.099 ha dari luas tanam total 11,13 juta ha. Akibat El-nino 1997, Indonesia mengimpor
beras pada tahun 1998 sebesar 7,1 juta ton. Tidak seperti el nino tahun 1997,
el nino 2015 belum menyebabkan pemerintah melakukan impor beras. Hal ini terlihat bahwa sejak bulan Januari
2015 - September 2015 tidak ada impor beras medium untuk konsumsi masyarakat.
Kesimpulannya adalah (1) el nino
dapat dijadikan alasan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan yang kontra
dengan petani; (2) El-nino memang memberi dampak secara terhadap gagal panen sektor
pertanian akibat kekurangan air atau kekeringan.
2016 Krisis Indonesia mulai terasa
Salah satu dampak perubahan iklim
adalah timbulnya keloyoan dunia usaha disamping semakin mahalnya bahan pangan.
Dampak ini secara nyata sudah mulai terasa di Indonesia pada tahun 2015-2016.
Di samping adanya gejolak politik, di Indonesia juga sedang di landa badai
El-Nino yang berpotensi menimbulkan bencana kekeringan dan gagal panen.
Theglobal-review.com (25/01/16)
resmi diumumkan penutupan semua kantor dealer dan pabrik mobil Ford milik PT
Ford Motor Indonesia yang telah 16 tahun beroperasi. Sebetulnya tidak perlu
kaget kalau kita perhatikan banyaknya perusahaan2 industri yang tutup di tahun
2015 sejak melemahnya ekonomi di tahun pertama pemerintahan Jokowi-JK.
Berbagai penyebab penutupan
perusahaan dijelaskan,tetapi yang utama : (1) Daya beli konsumen menurun yang
berakibat permintaan menurun; (2) Jatuhnya nilai rupiah terhadap dolar
meningkatkan biaya untuk material,komponen yang harus diimpor; (3) Meningkatnya
biaya-biaya operasional terutama energi yang naik di Indonesia ketika harga
energi dunia cenderung turun terus; (4) Permintaan dari luar negeri turun
seperti batubara untuk industri China yang mengalami pelambatan.
Perusahaan-perusahaan besar di
Indonesia yang ditutup atau dipindah ke luar negeri di tahun 2015, adalah:
- 1 27 perusahaan tekstil & produk tekstil dengan karyawan rata2 300-500 orang per perusahaan (Keterangan Dr Lili Asdjudiredja Ketua Umum Dewan Masyrakat Tekstil di DPR- RI Juli 2015);
- 2.125 Perusahaan pertambangan batubara di Kalimatan Timur (data dari Ketua Asosiasai Pengusaha Indonesia Kaltim Slamet Broto. Diperkirakan sampai akhir 2015 total 200 perusahaan berpotensi tutup);
- 3. 11 perusahan di Batam di bidang galangan kapal,elektronik, garmen diantaranya modal asing PT Nagano Hidro Jet Marine. PT Yee Woo, PT Heat Exchanger, PT Nolek Sanyo, PT Siemen Hearing Instrument dsb (keterangan Kepala Disnaker Batam, Zarefriade);
- 4. PT General Motor,pabrik mobil di di pondok Ungu Bekasi;
- 5. 5 perusahaan di Bekasi;PT Kirin Dinamika, PT Delta Inova.PT Argo Pantes, PT Panasonic, PT Guru Paramita;
- 6. 2 Pabrik besar di Depok; PT Takagi & PT Tranco;
- 7. PT Matshushita Toshiba Picture Display & PT Panasonic Electronic Divice .Kedua prusahaan memiliki 4,625 jaryawan.






0 comments:
Post a Comment